coretax pajak for Dummies
coretax pajak for Dummies
Blog Article
Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai permasalahan yang sering muncul, penyebabnya, serta solusi yang dapat diterapkan agar proses administrasi perpajakan berjalan lancar.
Pastikan setiap info yang diinput sudah benar sebelum dikirimkan, agar tidak mengalami kendala saat validasi.
Dengan memperbaiki efisiensi dan akurasi melalui sistem Coretax, Pemerintah berharap dapat mempersempit tax gap
Pada tahap ini, dilakukan perancangan umum proses bisnis, sistem informasi, serta infrastruktur pendukung seperti jaringan dan perangkat keras. Rancangan umum ini setelah disepakati akan menjadi dasar bagi rancangan rinci selanjutnya.
Tujuan utama dari pembangunan Coretax adalah untuk memodernisasi sistem administrasi perpajakan yang ada saat ini.
Penghapusan dilakukan apabila wajib pajak sudah tidak memenuhi persyaratan subjek dan/objektif sesuai dengan ketentuan undang-undang perpajakan.
Coretax adalah sistem administrasi perpajakan terbaru yang diterapkan oleh DJP untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan pajak.
Terima kasih sudah membaca artikel ini sampai selesai! Semoga informasi yang disampaikan bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel menarik lainnya. Jangan lupa untuk selalu mengunjungi website kami untuk mendapatkan update informasi perpajakan terbaru ya!
untuk melakukan administrasi pajak berdasarkan sosialisasi proses bisnis CTAS dalam akun media sosial resmi DJP di @DitjenPajakRI:
bukan hanya digunakan Wajib Pajak, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan. Dari hari ke hari kami terus memantau dan menyelesaikan permasalahan yang muncul pada waktu interaksi dengan sistem yang kami luncurkan. Kendala utamanya adalah karena volumenya tinggi.
Coretax resmi diperkenalkan oleh DJP dan sudah bisa diakses oleh wajib pajak di seluruh Indonesia secara on the internet.
, sekaligus memotong pajak dan melaporkan SPT tanpa perlu menyewa jasa konsultan pajak. Selain fiturnya yang kuat, software program for a company
Perubahan yang dapat dilakukan di antaranya perubahan knowledge identitas & profil wajib pajak, serta perubahan facts objek PBB.
"Ini semuanya sedang dilakukan, namun ini tidak hanya membangun IT sistem dan database saja, namun juga mengubah organisasi dari DJP, perbaikan kualitas SDM, melakukan edukasi kepada coretax pajak wajib pajak, dan mengubah berbagai regulasi serta SOP atau dari sisi bisnis product untuk bisa menciptakan kemudahan tersebut, kami juga memperkecil jumlah aplikasinya sehingga bisa menyederhanakan proses," ungkapnya.